Cara Menghadapi Kritik dengan Sehat dan Tenang - BebasGaul

Minggu, Oktober 31, 2021

Cara Menghadapi Kritik dengan Sehat dan Tenang

Mendapatkan kritikan sebagai suatu hal yang lumrah di kehidupan. Kritikan umumnya banyak ada saat kita sedang bergelut di dunia tugas, organisasi atau kehidupan sosial.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, kritikan adalah hujatan atau respon, atau kupasan terkadang dibarengi rincian dan pemikiran baik jelek pada sesuatu hasil kreasi, opini, dan lain-lain.

Kritikan itu dapat memiliki kandungan banyak tujuan, mulai untuk penilaian diri, tetapi ada juga yang justri meruntuhan semangat. Karenanya, Anda perlu arif dalam meneliti sebuah kritikan.

Kritikan yang membuat harus Anda hayati sementara kritikan yang jatuhkan pantas ditinggal. Masalahnya bila kritikan yang jatuhkan terlampau disikapi dapat berbuntut pada pengurangan keyakinan diri dan depresi.

Ada cara-cara untuk hadapi satu kritikan. Dengan mengenal wujud dan tujuan dari kritikan yang didapatkan, Anda dapat mendapati jalan keluar, agar Anda tidak langsung baper.

Terimalah kritikan yang membuat dengan tenang agar dapat pahami tujuan keduanya. Nanti, dapat menjadi bahan mawas diri.

Cara Menghadapi Kritik dengan Sehat dan Tenang


Berikut langkah hadapi kritikan dengan sehat dan tenang

1. Berlaku Masih tetap Tenang

Saat Anda dinilai keras oleh seseorang dan secara individu tidak siap menerimanya, kemungkinan yang terjadi ialah jantung berdetak bisa lebih cepat dan telapak tangan berkeringat.

Lumrah, tapi tidak berarti Anda tidak dapat menahan diri. Saat terima kritikan, hal pertama kali yang harus dilaksanakan ialah berlaku setenang mungkin.

Triknya, ambil napas dalam-dalam. Jika masih tetap tenang, Anda dapat menerangkan atau memberi respon kritik dengan obyektif dan logis . Maka, pengkritik dapat pahami tujuan yang Anda katakan.

Kebalikannya, bila bereaksi terlalu berlebih dan emosional, karena itu keterangan Anda akan condong tidak menyambung dan kurang terang. Pengkritik jadi membuat sebagai "gempuran" selanjutnya untuk serang Anda.

2. Dengar Baik

Saat sebelum Anda memberi respon kritikan, diamkan orang itu menuntaskan apa yang disebutkan. Bila tidak, Anda akan kelihatan benar-benar resah dan protektif. Tentu saja hal itu bikin rugi diri kita.

Dengan dengarkan opini seseorang, Anda jadi mempunyai waktu berpikiran untuk mengangsung hal yang kemungkinan memang jadi kekeliruan.

Dengarkan memperlihatkan sikap professional karena Anda menghargakan opini seseorang, walau kadang membuat kecewa.

3. Minta Waktu untuk Berpikiran

Langkah ini berlaku jika yang mengomentari ialah orang paling dekat yang telah mengenali Anda dengan baik sekali atau rekanan yang pahami benar masalah tugas Anda.

Jika mereka mengomentari dan Anda kebingungan harus memberi respon apa, seharusnya minta waktu untuk berpikiran. Dengan demikian, Anda dapat pahami di mana kekeliruannya dan dapat menerangkan secara tepat.

Kebalikannya, bila yang mengomentari ialah orang "asing" yang tidak paham apapun mengenai Anda dan tugas, kritikan itu tak perlu diambil hati dan tidak boleh memusingkannya.

4. Mengambil Segi Positif

Kerap kali Anda tidak dapat terima kritik karena telanjur berpikir negatif. Ya, Anda kemungkinan memandang kritikan sebagai kendala untuk capai hasil yang diharapkan.

Walau sebenarnya, jika dipikirkan kembali, bisa jadi kritik itu bisa keluarkan segi terbaik dari diri Anda yang sejauh ini masih terkubur. Ingat-ingatlah, umumnya kritikan yang membuat datang dari beberapa orang yang betul-betul perduli dengan Anda.

5. Bahas dengan Orang Lain

Tidak dapat dipungkuri, kadang yang dapat menyaksikan kekurangan Anda ialah seseorang. Agar lebih berasa percaya kritik itu betul ada, diskusikanlah dengan rekan yang dapat dipercayai dan betul-betul mengenali Anda.

6. Meminta Contoh Riil dari Pengkritik

Walau memang yang dapat menyaksikan kekeliruan diri ialah seseorang, Anda dapat memfilter mana kritikan yang membuat dan yang sembarangan dari contoh yang diberi.

Jika ada orang yang lain mengomentari sekalian mengikutkan bukti-bukti nyata, memiliki arti dia mengomentari secara obyektif dan dapat menjadi bahan mawas diri. Kebalikannya, jika orang itu cuman mencela tanpa bukti atau argumen yang terang, seharusnya acuhkan saja karena memiliki sifat subyektif.

7. Mengambil Waktu untuk Revisi Diri

Tidak ada kelirunya untuk memproses beragam kritikan yang masuk. Pikirkan dan ingat apa argumen Anda lakukan hal yang dinilai itu. Jika argumen itu lumayan kuat, dapat bahas kembali sama orang yang memberi kritikan.

8. Berikan Kebenaran Versus Anda

Saat dinilai, Anda tidak selalu harus diam. Jika hasil pemikiran Anda rupanya ada kebenaran yang perlu dikatakan, tidak boleh sangsi untuk sampaikannya . Maka, salah paham selanjutnya dapat dijauhi.

9. Meminta Maaf

Dibalik bukti kita salah atau benar, tidak ada kelirunya untuk mohon maaf pada awal atas kritikan yang diberi. Langkah ini akan kelihatan lebih santun dan membuat jalinan selalu terlindungi secara baik.

Dengan langkah ini, Anda pun mendapatkan waktu lebih buat mengolah apa yang dikatakan musuh berbicara.

10. Dengar yang Bisa Anda Terima

Bila musuh berbicara sedang emosi dan sampaikan kritikan secara buruk, tidak ada kelirunya untuk didengar saja. Bukan untuk diterima secara utuh, tetapi untuk menanti peristiwa yang pas untuk berunding sesudahnya.

Share with your friends

Give us your opinion